Langsung ke konten utama

Perbedaan Boiler Tipe CFB dan PC


Apa itu Boiler ?

Boiler secara umum adalah peralatan/bejana yang didalamnya terjadi proses pemanasan air dengan api yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar, sehingga menghasilkan uap kering.

Ada banyak jenis boiler yang telah ditemukan dan digunakan di dunia ini, namun penulis hanya akan menjelaskan perbedaan dua jenis boiler yaitu boiler tipe Coal Fluidized Bed (CFB) dan boiler tipe Pulverized Coal (PC) secara garis besar.

Lalu apa perbedaan antara Boiler jenis CFB dan PC ?

Desain  

Pada boiler CFB terdapat bagian yang dinamakan cyclone. Cyclone berfungsi sebagai separator batubara yang terbawa ke area flue gas sehingga dapat diarahkan kembali ke area furnace. Sedangkan pada boiler PC tidak ada cyclone, dikarenakan semua batubara akan langsung terbakar pada furnace.

 
                                     desain boiler CFB                                                  desain boiler PC


Prinsip Pembakaran 

walaupun sama sama menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya, namun prinsip pembakaran kedua boiler ini berbeda. 


Boiler CFB menggunakan pasir silika yang telah dipanaskan/dibakar sebagai media penghantar panas nya ke batubara. Sedangkan pada boiler PC, batubara langsung dibakar di dalam boiler setelah melalui proses penggilingan pada Pulverizer/Coal Mill.


Ukuran dan kualitas batubara

Boiler CFB dapat menggunakan batubara dengan ukuran 12mm, sedangkan boiler PC harus diumpankan dengan batubara berukuran <75μm atau 200 mesh [1].

Itulah mengapa boiler tipe PC dilengkapi dengan perlatan penggiling yang disebut Coal Mill untuk memperkecil ukuran batubara sebelum dialirkan ke furnace.



Umunya boiler CFB menggunakan batubara kelas LRC (Low Rank Coal), sedangkan boiler PC menggunakan batubara kelas MRC (Medium Rank Coal)


Temperature Pembakaran

Temperature pembakaran pada boiler PC dan CFB memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Temperatur pembakaran boiler CFB berada di sekitar 859-900°C, sedangkan temperatur pembakaran boiler PC leih tinggi yaitu 1300-1400°C [2].

Pembakaran pada boiler PC juga akan membentuk fire ball di dalam furnace. Hal ini dikarenakan pada boiler PC posisi burner berada di setiap  sudut furnace, sedangkan posisi burner pada boiler CFB hanya terdapat pada kedua sisi saja.


Kedua jenis boiler ini banyak digunakan di pembangkit listrik di Indonesia.
Mungkin kita akan bertanya manakah yang lebih baik diantara keduanya?
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga tidak dapat disimpulkan mana yang lebih bagus diantara keduanya. 
Semuanya tergantung dari aspek apa kita menilainya.

Demikianlah beberapa garis besar perbedaan boiler PC dan CFB yang penulis ketahui berdasarkan literatur dan pengalaman sendiri.

Jika masih ada kekurangan jangan sungkan untuk memberi koreksi dan diskusi di kolom komentar, Thank you..

 

Footnote ;

[1] M. Belaid dkk, "Pulverized coal versus circulating fluidized-bed boilers Perspectives and challenges for South Africa ", South African Journal of Chemical Engineering, vol. 19, 2014, no. 3, pp 72-81.

[2] J. Utt; R. Giglio, "Technology comparison of CFB versus pulverized fuel firing for utility power generation" (scielo.org.za, diakses Mei 2025).



 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Tekanan Vakum Terbentuk di Kondensor ?

  Tekanan vakum adalah tekanan yang pembacaannya di bawah/lebih rendah dari tekanan atmosfer. Karena nilai nya dibawah tekanan atmosfer (1 atm), maka pembacaan tekanan vakum berada di angka negatif. Tekanan vakum ini memiliki peran besar di dunia pembangkit listrik, khususnya PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Tekanan vakum terbentuk di peralatan bernama Kondensor dan bertugas untuk memastikan bahwa steam sisa Turbin dapat mengalir ke Kondensor  serta dapat dikondensasikan menjadi air dengan baik. Lalu, bagaimana tekanan vakum ini dapat terbentuk di Kondensor ? Banyak yang menganggap bahwa tekanan vakum di kondensor terbentuk karena adanya vakum  pump. Aggapan ini tidak sepenuhnya salah, dikarenakan vakum pump memang membantu menciptakan tekanan vakum di dalam kondensor disaat belum ada steam yang dikondensasikan seperti saat kondisi start-up Unit. Sedangkan saat unit pembangkit sudah beroperasi normal, maka tugas utama vakum pum...

Jenis Injeksi Bahan Kimia di Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Pembangkit Listrik adalah Pabrik besar yang tentunya didominasi dengan mesin dan peralatan besar juga. Mesin dan peralatan besar identik dengan penerapan ilmu fisika khusunya mekanikal dan elektrikal. Tapi tahu gak, sebenarnya ilmu kimia juga banyak loh penerapannya dalam pembangkit listriik, khususnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Salah satunya adalah injeksi bahan kimia  di siklus air dan uap PLTU yang memiliki banyak manfaat, diantaranya ; menjaga alkalinitas air (pH 9-10), mencegah terjadinya korosi akibat oksidasi logam, mencegah terbentuknya kerak di dalam pipa, dan memperpanjang umur peralatan. Lalu, bahan kimia apa saja sih yang paling umum digunakan pada siklus air dan uap PLTU? Berikut grafis penjelasannya; Nah, sekarang sudah tau kan salahsatu penerapan ilmu kimia di PLTU? Mari kita bahas penerapan ilmu kimia lainnya di artikel selanjutnya, See u...